Komentar :
Home » , , » Tunjangan Fungsional DEPAG

Tunjangan Fungsional DEPAG

6.17.2009 | 0 komentar

Pembayaran Tunjangan Molor Lagi

Janji Departemen Agama (Depag) Jatim mencairkan rapel tunjangan profesi bagi guru yang lulus sertifikasi mulai 15 Juni lalu ternyata hanya omong kosong. Rapel itu belum juga mengucur. Padahal, rapel tunjangan tersebut sudah lama dinanti-nanti ribuan guru.

Janji Depag Jatim untuk mempercepat pencairan tunjangan profesi itu tidak kali ini saja. Mei lalu, Depag juga menargetkan bahwa awal Juni tunjangan tersebut mulai dicairkan. Namun, setelah terbukti pencairan molor, akhirnya diralat dan baru bisa cair mulai 15 Juni. Toh, tetap saja meleset.

Kabid Mapenda Depag Jatim Hartoyo menjelaskan, untuk minggu ini, tunjangan itu belum bisa dicairkan. Sebab, masih ada beberapa surat yang harus diproses. SK penerima tunjangan masih berada di tangan kepala Depag Jatim. Karena itu, pencairan menunggu SK tersebut ditandatangani. ''Hari ini (kemarin, Red) surat itu ditandatangani. Setelah itu, kami serahkan ke Kantor Perbendaharaan Negara (KPN),'' jelasnya saat ditemui Jawa Pos di kantornya kemarin (16/6).

Dia menuturkan, yang bertugas memberikan SK tersebut ke KPN adalah bagian keuangan Depag, bukan lagi mapenda. ''Kami serahkan ke bagian keuangan. Sebab, mereka yang berwenang,'' ujar pria asal Sidoarjo itu.

Setelah memproses data tersebut, KPN akan mengeluarkan surat perintah pencairan dana (SP2D) kepada Bank BNI. Kemudian, KPN mentransfer uang ke rekening BNI. ''Uang tersebut juga bergantung jumlah data guru yang masuk,'' kata ayah tiga anak itu.

Hartoyo menyatakan, BNI nanti mengecek satu per satu data yang sesuai ketentuan. Untuk mencairkan dana tersebut, BNI juga harus menunggu surat perintah dari kepala Kanwil Depag. ''Mereka mencairkan sesuai perintah dari Depag,'' ujar mantan kepala Depag Kabupaten Kediri itu.

Dia menambahkan, pihaknya akan mencairkan dana tersebut untuk kabupaten/kota yang datanya sudah lengkap. Yang belum lengkap tidak bisa dicairkan. Sampai saat ini, daerah yang datanya masih bermasalah adalah Kota Surabaya, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Jombang, Kota Kediri, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Sumenep, dan Bondowoso.

''Kami menunggu semua data dari tujuh kabupaten/kota itu lengkap. Satu saja belum lengkap, tidak bisa cair. Semua bergantung Depag kabupaten/kota bersangkutan,'' tegas alumnus IAIN Sunan Ampel itu

Staf BNI Graha Pangeran Bidang Penjualan Aris Poenardi mengungkapkan pihaknya masih menunggu data dari Depag. Sebab, semua pencairan bergantung Depag Jatim. Pihaknya bisa mencairkan asalkan ada data dan dana. ''Kami mau mencairkan apa kalau belum ada dana yang masuk?'' tegasnya.

Dihubungi terpisah, Ketua Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Jatim Subhan Soetrisno mengaku kecewa. ''Depag plin-plan dalam masalah ini. Semuanya tidak jelas, selalu diundur-undur. Seharusnya sudah dicairkan. Di beberapa daerah sudah cair. Kasihan para guru yang sudah menunggu sejak lama,'' katanya kemarin.

Dia mencontohkan, tunjangan guru agama di Jakarta Utara, dan Jakarta Selatan sudah tidak ada masalah. Karena itu, jangan sampai mundur lagi. Janji bahwa akhir Juni semua cair harus dipenuhi. Kalau Depag sampai mengundur lagi pencairan tunjangan, guru-guru siap mendatangi Depag Jatim. ''Kalau sampai molor lagi, kita akan bersama-sama ngeluruk ke Depag,'' tegasnya

Sumber : Jawapos 17 juni 2009

Share this article :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

SARAN ATAU KOMENTAR ANDA DISINI !!

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. MADRASAH TSANAWIYAH TRIBAKTI - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger